KONDISI GEOGRAFI DAN PENDUDUK SUATU WILAYAH










   Kondisi Geografi Suatu Wilayah Pada Peta
              Kondisi geografi suatu wilayah adalah keadaan muka bumi dari aspek letak, cuaca, iklim, relief, jenis tanah, flora dan fauna serta sumber daya alamnya.
a.   Letak
Letak suatu wilayah berhubungan dengan lokasi, posisi batas, bentuk dan luas. Jika dilihat dari peta Indonesia (Indonesia secara astronomis berada diantara 6° LU - 11 LS dan 95° BT - 141° BT dan secara geografis, Indonesia berada diantara Benua Asia dan Australia serta antara Samudera Fasifik dan Hindia).
b.   Cuaca dan Iklim
Cuaca adalah keadaan atmosfer harian pada jangka waktu tertentu yang meliputi wilayah yang relatif sempit. Sedangkan iklim adalah rata-rata keadaan cuaca dalam jangka waktu yang lama dan meliputi cakupan wilayah yang luas. Letak Indonesia diantara Benua Asia dan Australia mengakibatkan terjadinya hembusan angin musim yang menyebabkan terjadinya musim hujan dan musim kemarau di Indonesia.
c.    Relief
Relief atau topografi adalah kondisi wilayah yang berhubungan dengan tinggi rendahnya bentuk permukaan daratan dipermukaan bumi seperti gunung, pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, bukit, lembah dan tanjung.
d.   Tanah
Indonesia memiliki 22 jenis tanah yang tersebar didataran rendah sampai dengan daerah pegunungan. Adapun jenis tanah yang paling dikenal di Indonesia antara lain:
-        Tanah Vulkanik, berasal dari pelapukan abu vulkanik.
-        Tanah Aluvial, hasil endapan erosi disekitar sungai.
-        Tanah Humus, hasil pembusukan bahan-bahan organik.
-        Tanah Gambut, tanah didaerah yang selalu digenangi air seperti rawa.
e.    Flora dan Fauna
Flora adalah tumbuh-tumbuhan yang terdapat disuatu kawasan yang tumbuh secara alami dan tumbuhan yang ditanam serta dipelihara oleh manusia. Sedangkan fauna adalah alam hewan, yaitu jenis hewan yang hidup disuatu kawasan. Indonesia memiliki flora dan fauna yang termasuk terbanyak di dunia.
f. Sumber Daya Air dan Kelautan
Sumber daya air yang terdapat disuatu wilayah merupakan persediaan daya air yang terdapat di daratan, baik air permukaan maupun air tanah. Misalnya: sungai, danau, dll). Sedangkan sumber daya kelautan adalah segala sesuatu potensi yang terdapat dipermukaan dan didasar laut. Contohnya sumber perikanan, energi dari arus laut dan jalur transportasi.
g.   Sumber Daya Mineral
Sumber daya mineral meliputi barang-barang tambang migas, non migas, mineral, logam dan non logam, misalnya minyak bumi, batu bara, timah, tembaga dan besi.

2.       Kondisi Penduduk Suatu Wilayah
               Dalam suatu wilayah terdapat penduduk, tetapi keadaan penduduk tiap wilayah berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh berbeda kepadatan, sosial ekonomi, mata pencaharian, budaya dan karakternya. Penduduk adalah orang-orang yang mendiami suatu tempat. Jadi penduduk Indonesia adalah semua orang yang bertempat tinggal di Indonesia. Keadaan penduduk Indonesia dapat diketahui melalui:
1.      Jumlah dan pertumbuhan penduduk.
2.      Persebaran dan kepadatan penduduk.
3.      Susunan penduduk.
4.      Tingkat penduduk.

3.    Kaitan Antara Kondisi Geografi Dengan Keadaan Penduduk
                 Aktivitas penduduk suatu daerah sangat dipengaruhi oleh kondisi geografi terutama kondisi fisiknya, meliputi iklim, topografi, jenis dan kualitas, tanah serta kondisi perairan. Kondisi daratan dengan segala kenampakannya merupakan tempat tinggal manusia dengan segala aktivitasnya mulai dari daerah pantai sampai puncak gunung.
1.       Daerah Pantai
           Beberapa karakteristik penduduk pantai sebagai berikut:
a.   Mata pencaharian, sebagai nelayan
b.   Transportasi dan perdagangan, beberapa pantai digunakan untuk sarana transportasi dan bongkar muat barang.
c.   Pola pemukiman, pola memanjang mengikuti garis pantai.
d.   Kondisi fisik penduduk, karena suhu rata-rata di daerah pantai lebih dari 27°c mengakibatkan penduduknya berwarna kulit agak gelap.
e.   Bentuk rumah, rumah dipantai biasanya memiliki ventilasi yang banyak dan atapnya terbuat dari genteng tanah.
2.       Dataran Rendah
               Dataran rendah merupakan daerah datar yang memiliki ketinggian hampir sama, sebahagian besar penduduk lebih memilih tinggal didataran rendah karena disini cocok dibuat tempat seperti pertanian, perkebunan, pertenakan, kegiatan industri dan sentra-sentra bisnis. Kemudian transportasi dan banyaknya pusat-pusat kegiatan didaerah dataran rendah menarik penduduk untuk menetap disana, tetapi dengan banyaknya penduduk yang memilih tinggal didataran rendah, sehingga lahan-lahan pertanian seperti swah menjadi berkurang, hutan yang menjadi penyangga keseimbangan alam juga semakin berkurang karena digantikan oleh bangunan bertingkat, akibatnya daerah resapan air berkurang sehingga timbul masalah banjir dan kekeringan yang parah pada musim kemarau, selain itu juga menimbulkan masalah-masalah sosial seperti pengangguran, polusi dan penyakit masyarakat lainnya.
3.       Dataran Tinggi
Wilayah Indonesia pada daerah dataran tinggi memiliki system pegunungan yang panjang dan masih aktif. Dataran tinggi biasanya dijadikan sebagai daerah tangkapan air hujan. Pada wilayah dataran tinggi, suhu udara jauh lebih dingin dibandingkan dataran rendah dan pantai, sehingga penduduk daerah pegunungan banyak yang memanfaatkan suhu udara yang dingin untuk menanam sayuran dan tanaman perkebunan, selain itu relief dataran tinggi juga memiliki potensi untuk menjadi daerah periwisata seperti kawasan puncak di Bogor.