ETIKA DALAM BISNIS





Sukses berbisnis merupakan impian semua pengusaha. Namun ada juga yang gagal dalam menjalankannya hal it di karenakan kurangnya pengetahuan tentang bisnis yang di miliki individu/ pengusaha tersebut. Seorang pebisnis sukses harus mental keberanian untuk masuk ke dalam dunia bisnis. Sebelum mengawali bisnis, sebaiknya mengerti terlebih dahulu ke kancah dunia bisnis itu. Selanjutnya mencari riset dan survei yang mana akan memperkuat keyakinan untuk menjalankan bisnis tersebut. Riset dan survei yang dilakukan bertujuan supaya roda bisnis yang dijalankan dapat terarah sesuai rancangan.
Dalam berbisnis pengusaha diperlukan mengindahkan aturan-aturan, norma-norma serta nilai moral yang berlaku dalam bisnis karena bisnis merupakan suatu persaingan. Dalam bisnis terdapat aturan yang penuh dengan persaingan dan tentunya aturan-aturan tersebut berbeda dengan aturan moral dan sosial yang biasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

Pengertian etika
Menurut KBBI : Etika dirumuskan dalam 3 arti yaitu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, nilai yang berkenaan dengan akhlak, dan nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

Pengertian bisnis
Bisnis adalah suatu kelompok atau organisasi yang melakukan produksi dan kemudian melakukan transaksi jual beli barang dan jasa kepada pelanggan atau konsumen dengan tujuan mendapatkan keuntungan.
Pengertian etika dalam bisnis
Adalah suatu tindakan atau cara yang meperlihatkan perilaku dimana etika dapat membentuk atau membangun nilai-nilai kesopanan, norma-norma dan perilaku yang membangun hubungan yang adil dan sehat dengan mitra kerja. Bisnis yang baik adalah bisnis yang memiliki etika, etika bisnis dapat dijadikan sebagai acuan dan pedoman bagi seluruh komponen perusahan dalam melaksanakan tugasnya.

Hal hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan etika berbisnis;
1.Mempertahan jati diri
Mempertahankan jati diri bertujuan mampu mengkondisikan keadaan supaya tidak mudah tergoyahkan oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi,dimana perkembangan itu tidak selalu baik bagi perusahaan.
2.Menciptakan persaingan sehat
bertujuan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas persaingan yang lebih baik, dengan adanya persaingan sehat di harapkan dapat terjalin hubungan yang baik antara pelaku bisnis.
3.Pengendalian diri
Artinya mampu mengendalikan diri dari berbagai hal yang tidak mencerminkan kepribadian seorang pebisnis misalnya, mampu untuk tidak bermain curang atau memakan hak orang lain.
4.Tanggung Jawab Sosial
Pebisnis dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk “uang” dengan jalan memberikan sumbangan.
5.Menghindari Sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
6.Mampu Menyatakan yang Benar itu Benar
7.Menumbuhkan Sikap Saling Percaya antar Golongan Pengusaha
Untuk menciptakan kondisi bisnis yang “kondusif” harus ada sikap saling percaya (trust) antara golongan pengusaha.
8.Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah
disepakati

Dengan adanya etika jelas akan memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis, etika tidak hanya ditujukan untuk interen perusahaan saja tetapi juga kemasyarakat sekitar perusahaan.